Selain memproduksi pupuk organik dari kotoran sapi,belum lama ini kami juga melakukan uji coba membuat pupuk organik dengan bahan dasar cocopeat / limbah serabut kelapa. Dan ternyata hasilnya tak kalah bagus dengan pupuk kandang.
Berikut adalah tahap pembuatan pupuk cocopeat :
Cocopeat yang masih dalam bentuk padat ini kami jadikan dalam bentuk potongan yang lebih kecil lagi,untuk mempercepat proses fermentasinya.
Cocopeat dalam bentuk balok. Cocopeat setelah dicacah dan dicampur dengan dolomit
Penambahan dengan Bio Mix. Campurkan BioMix dan aduk
Diamkan beberapa hari
Tenyata,proses fermentasi ini tidak memakan waktu yang lama,hanya dalam 2 hari,cocopeat yang berbentuk balok tadi sudah terurai sempurna menjadi serbuk yang halus.
Cocopeat setelah 2 hari
Dan ternyata berat dan massa akhir dari cocopeat setelah fermentasi ini meningkat hingga 3X lipat dari berat awal. Dan yang tidak kalah pentingnya,unsur - unsur yang terkandung dalam pupuk organik cocopeat ini juga sangat mendukung untuk perkembang biakan dan pertumbuhan tanaman secara lebih cepat,dan menghasilkan hasil panen yang berkualitas.
Berikut adalah hasil uji laboratorium kami tenteng cocopeat
Dari hasil uji laboratorium ini maka kami akan memaparkan beberapa kelebihan pupuk organik cocopeat,antara lain :
- Daya serap air tinggi sehingga dapat menghemat air dan nutrisi ( pupuk tidak terbuang sia - sia )
- Penggunaan secara dapat mengembalikan kesuburan tanah,sehingga membuat tanah menjadi gembur
- Mempunyai kadar garam yang rendah,bebas bakteri dan jamur yang merugikan
- Merangsang pertumbuhan akar baru,sehingga samngat baik untuk pembibitan
- Sangat baik di aplikasikan pada tanaman yang baru saja di tanam,misalnya benih ( dalam bentuk biji atau batang )
Untuk padi dan palawija diberikan antara 500 - 1000 kg/haha dengan dosis max 4,5 ton/ha.
Untuk tanaman hotikultur. : 2000 kg/ha
Dan untuk tanaman keras : 3 kg/pohon
Penggunaan pupuk organik cocopeat ini tidak memerlukan pupuk kimia lagi, tapi untuk hasil yang maksimal bila diperlukan dapat ditambah dengan pemberian pupuk cair organik.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar